Radikalisme oleh Navira Millati Azka 12 ips
RADIKALISME
•pengertian radikalisme
radikalisme adalah suatu paham yang diperbuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara penekanan dan ketegangan yang pada akhirnya mengakibatkan kekerasan.
Ideologi radikal tentu bertentangan dengan Pancasila.daerah modern ini pun masih ada kelompok yang menggunakan ideologi radikal untuk mencapai tujuannya.
Istilah radikal berasal dari bahasa latin yaitu radix yang artinya akar,sumber atau asal mula istilah radikal memiliki arti ekstrem, menyeluruh fanatik,revolusioner, fundamental. Adapun radikalisme adalah doktrin atau praktik yang menganut paham radikal.
•ciri-ciri paham radikalisme
Seseorang atau kelompok yang terpapar paham radikalisme ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mengklaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang tak sependapat.
2. Radikalisme mempersulit agama Islam yang sejatinya samhah atau ringan dengan menganggap ibadah sunnah seakan-akan wajib dan makruh akan akan haram.
3. Kelebihan dalam beragama yang tidak pada tempatnya.
4. Konsep dalam berinteraksi, keras dalam berbicara dan emosional dalam berdakwah.
5. Kelompok radikal mudah berburuk sangka kepada orang lain di luar golongannya.
6. Mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat.
•faktor penyebab radikalisme
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab atau sumber masalah tumbuhnya paham radikalisme pada seseorang adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman keagamaan yang kurang terhadap ayat-ayat Alquran.
2. Bacaan niat salat terhadap secara umat Islam yang dikombinasikan dengan idealisasi berlebihan terhadap umat Islam pada masa tertentu.
3. Privasi politik sosial dan ekonomi yang masih bertahan dalam masyarakat.
4. Masih berlanjutnya konflik sosial bernuansa intra dan antar agama dalam masa reformasi.
5. Melalui internet, selain menggunakan media kertas, kelompok radikal juga memanfaatkan dunia maya untuk menyebarkan buku-buku dan informasi tentang jihad.
•Peran NU menghadapi radikalisme
Radikalisme agama yang dilakukan oleh gerakan Islam garis keras seperti DI/TII dan NII yang muncul di era 1950-an tepatnya 1949. NII mulanya di Jawa Barat, Aceh dan Makassar gerakan ini disatukan oleh visi dan misi untuk menjadikan syariat sebagai dasar negara Indonesia. Pada awalnya alasan utama dari radikalisme agama atau gerakan-gerakan Islam garis keras tersebut adalah dilatarbelakangi oleh politik lokal: dari ketidakpuasan politik, keterpinggiran politik dan semacamnya. Namun setelah terbentuknya gerakan tersebut agama meskipun pada awalnya bukan sebagai pemicunya kemudian menjadi faktor legitimasi maupun perekat yang sangat penting bagi gerakan Islam garis keras. Bagi gambar radikalisme demokrasi Pancasila itu diangkat dalam hukumnya dan pemerintah didalamnya adalah kafir tauhid atau istilah Arab yang merujuk pada setan termasuk golongan mereka. Solusi yang harus dilakukan dalam mencegah meluasnya gerakan radikalisme agama atau gerakan Islam harus keras diantaranya adalah dengan mengaktualisasikan kembali nilai-nilai Aswaja NU ke dalam masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan aktualisasi berarti menghidupkan dan mempraktekkan kembali nilai-nilai Aswaja NU dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara karena agar mendapatkan peran vitalnya manfaat bagi terbangunnya kehidupan yang damai dan negara Indonesia yang kukuh khususnya dan perdamaian dunia pada umumnya.
Komentar
Posting Komentar